I'm Proud with Culture of Indonesian Batik

Batik Sri Kuncoro (Jogja)

12:22:00 PM Annisa Rahma92 0 Comments

Batik Sri kuncoro :

Hampir setiap daerah dan pulau di indonesia memiliki wisata alam, wista kuliner maupun wisata seni budaya yang menakjubkan. Pastinya terdapat sejarah yang berbeda pada setiap unsur didalamnya. Sama halnya dengan kekayaan budaya dan seni yang ada di kota Yogyakarta. Seperti batik yang satu ini,  mempunyai khas dan keunikan tersendir. Pembuatan batik di Sri Kuncoro berbeda pada pembuatan batik pada umumnya. Hal ini dikarenakan pembuatan batik Sri Kuncoro ini, penggunaan warnanya menggunakan bahan-bahan organik. Pada umunya kain batik dibuat menggunakan pewarnaan sintetis. Bahan dasar pewarnaan batik Sri Kuncoro ini berasal dari alam, jadi sangat aman digunakan, dan tentu juga, proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan, untuk mendapatkan satu warna saja. 


Pemilik batik Sri Kuncoro ini telah melakukan sebuah penelitian terhadap kulit dan daun dari pohon Mahoni, beserta daun mangga. Membutuhkan 10kg dedaunan dan bahan-bahan lainnya, untuk 1 meter kain. Woow!!, dan kain batik Sri Kuncoro ini menggunakan jenis kain katun / sutra. Warna yang di hasilkan pun jelas beda terlihat. Jika pemakaian warna dengan bahan sintetis, menghasilkan warna yang jauh lebih mencolok, daripada menggunakan warna dengan bahan organik. Jika proses pembuatan satu warna untuk batik ini membutuhkan waktu tiga bulan, bayangkan saja jika pada satu batik memiliki berbagai macam warna. Sangat membutuhkan banyak waktu, tenaga, serta kesabaran yang sangat tinggi. Pewarnaan organik pada batik Sri Kuncoro biasanya maksimal hanya menggunakan 3 warna saja pada 1 item batik, dan ditempat ini juga tersedia mix and match bahan warna organik dan sintetis yang di gunakan pada satu batik, ada juga yang menggunakan full bahan organik maupun sintetis. Jadi tidak perlu kaget mengenai harga batik dengan bahan organik, relatif 3x lipat lebih mahal dari bahan pewarnaan sintetis.
Mixing Staining

Jika di tanya mengenai keawetan warna dari batik ini, tentu pewarnaan organik jauh lebih awet dari bahan pewarnaan sintetis, akan tetapi  semua tergantung pada pencucian yang di lakukan. Proses pencucian untuk batik dengan pewarnaan organik ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Menggunakan Sabun cuci, mesin cuci, ataupun mencuci secara manual (menggunakan tangan) akan membuat warna batik memudar. Sebaiknya rendam saja dengan sabun lerak. Sabun ini bisa kita dapatkan di tempat laundry / toko penjual kain atau baju batik. Cukup di celup-celupkan saja, tidak perlu di kucek ataupun dengan mesin cuci. 


Nah… ini yang perlu saya ketahui juga dari proses menghias batik Sri Kuncoro. Untuk Proses penguncian warna agar awet yaitu, dengan menggunakan : Kapuk, Tunjung, dan Indigong, dan pemberian warna lilin untuk membatik. Bagian menghias ini perlu keahlian, kesabaran dan ekstra hati-hati. Sebenarnya tertarik sekali aku buat mencoba menghias bati ini, tapi rasa takut karena nantinya kalau sampai salah-salah, eman juga dengan bahan yang terbuang. Rasa keinginan aku untuk mencoba membatik, sedikit terbayar dengan melihat ibu-ibu yang sedang mengukir batik Sri Kuncoro ini, sudah membuat aku excited banget!. Melihat karya-karyanya yang mengangumkan, membuat aku bangga sekali menjadi orang Indonesia. Alhasil aku mencoba membatik di rumah dengan pewarnaan sintetis. Ternyata tidak mudah.. aaaahh!, jadi salut banget dengan pengerajin batik di indonesia. *Love*

 I Love Batik, I Love Indonesia.




Penguncian warna agar awet

Zoom out this "Drizzle Design"

Theme of "Gerimis" or Drizzle

Full Organic Colouring


Staining with using Organic Matter


Tema batik Sri Kuncoro : Batik Tulis (menceritakan beberapa sejarah mataram dan beberapa makna fakta alam)
Lokasi : Giriloyo, Karangkulon, Barat Gasebo, Imogiri, Kec.Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55782.

You Might Also Like

0 comment: