Healthy its simple

Procedures of eating for healthy

1:00:00 AM Annisa Rahma92 0 Comments

Sering kita menjumpai tatacara makan untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Misalnya mulai dari hal kecil seperti mencuci tangan dahulu sebelum makan. Jika kalian yang melakukan program diet, tentu tidak asing lagi dengan melakukan, mengonsumsi air putih terlebih dahulu sebelum mengonsumsi makanan berat. Rasa kenyang dari air putih tadi, akan membatasi asupan makanan yang akan kita makan. Namun tahukah kalian, ada tatacara makan yang sudah merugikan tubuh kita selama ini. Apakah kalian  sudah terbiasa mengonsumsi buah-buahan setelah makan makanan berat?. Jika iya, yuk kita rubah perlahan-lahan kebiasaan seperti ini. Mengapa begitu? bukankah buah adalah menu makanan penutup?



google

Buah begitu penting nutrisi di dalamnya untuk tubuh kita. Mengandung vitamin dan mineral yang sangat banyak. Adakah tatacara mengonsumsi buah?.

Baginda Rosulullah s.a.w sudah menganjurkan kita untuk menyenangi buah-buahhan dan sayuran. Dan cara mengonsumsinya juga sudah diajarkan oleh beliau. Mengonsumsi buah hendaklah menyantapnya sebelum kalian ingin memakan makanan berat. Mengapa bisa begitu?. Mengonsumsi makanan berat terlebih dahulu, akan membuat kandungan dan nutrisi dalam buah akan terbuang sia-sia dalam tubuh kita. Menganjurkan memankan buah terlebih dahulu, dan menunggu 5-10 menit, lalu kita bisa melanjutkan ke makanan berat. Bayangkan saja jika dilakukan sebaliknya. Makanan berat yang sudah kita konsumsi, masih berjalan melalui proses dalam pencernaan kita. Lalu kita mengonsumsi buah setelahnya. Kandungan yang baik dalam buah tidak akan berfungsi maksimal dalam tubuh kita, malahan akan menjadi sampah. Dengan mengonsumsi buah terlebih dahulu, kandungan zat yang baik dalam buah dapat kita peroleh secara maksimal, hal ini juga dapat membuat kita bisa membatasi konsumsi makanan berat. Anjuran diet sehat seperti ini sudah di lakukan sejak zaman Rosulullah. Lalu apa yang membuat kebiasaan ini menjadi punah dan orang lebih menyenangi gaya hidup modern yang belum semua mengerti dari mana asal-usulnya. 


Tidak asing di telinga kita dengan adanya Appetize, Main Course, Dessert. Siapakah yang menciptakan gaya baru menghidangkan makanan tersebut. Beliau bernama Abu al-hasan Ali bin Na'if, atau yang lebih di kenal dengan nama Ziryab, dengan riwayat hidup ( 789-857 M ). Ziryab adalah seorang persia atau kurdi, yang pada awalnya tinggal dan kerja di negara Irak. Ziryab akhirnya menetap di Andalusia (Eropa) selama 30 tahun. Ziryab merupakan seorang musisi. Memiliki suara yang sangat merdu dan piawai dalam memainkan sebuah alat musik. Dia juga ahli dalam mengubah suatu lagu, ahli dalam bidang kosmetik, kuliner, dan menguasai beberapa cabang ilmu lainnya. Ziryab membuat kebiasaan atau tatacara bagaimana makanan itu di hidangkan, hingga siap untuk disantap. Tidak ada seorangpun di Eropa atau di Andalusia secara khusus mempedulikan penyajian makanan. Ziryab membaginya menjadi 3 bagian, yang kita kenal yaitu : Appetize ( hidangan pembuka ), Main Course ( hidangan utama ), Dessert ( hidangan penutup ). Kalau kita membayangkan sosok Ziryab, dimasa ini, beliau seperti seorang selebritis atau icon dunia. Beliau hampir di kenal di kalangan Eropa dan Negara Timor. Ternyata penyimpangan ini sudah dilakukan sejak munculnya sosok Ziryab, seorang muslim yang berasal dari Baghdad. Kemunculan beliau membuat runtuhnya agama Islam di Andalusia. Seperti yang kita ketahui, sampai saat ini pun masih banyak sekali oknum-oknum yang mengatas namakan Islam untuk menghancurkan umat Islam.
So, kurang lebihnya seperti itu, untuk informasi yang saya dapatkan dari berbagai pihak dan artikel yang telah saya baca. Semoga dapat memberikan manfaat dan perubahan ya.. Aamiin

 Artikel : manjanik.com



Dengan demikian, kita dapat mengetahui bagimana tatacara makan yang baik. Mulai dari tidak boleh makan dengan berdiri apalagi berjalan, sambil berbicara, dan berhentilah sebelum merasa kenyang. Adapun anjuran yang baginda Rosulullah s.a.w ajarkan, InsyaAllah akan membawakan dampak baik untuk tubuh kita. Sami'na wa atho'na ( Kami Mendengar dan Kami Patuh ), hanya itulah acuan bagi umat muslim. Sudah sewajarnya kita patut untuk mematuhi sunnah - sunnah beliau. See you..

You Might Also Like

0 comment: